Ketua Progres 98 : Pasca Aksi 212, Rezim Jokowi Dustai Rakyat!


Muslim Bersatu - Ketua Progres 98 mulai geram melihat kondisi politik di Negeri ini. Ia berani mengungkapkan unek-uneknya melalui akun  pribadi media sosialnya.

Menurut pernyataan Faizal Assegaf selaku Ketua Progres 98, Ia Menilai bahwa pemerintahan jokowi mendustai Rakyat Indonesia.

Berikut ini pernyataan yang dikutip langsung dari akun facebook pribdainya, status facebook tersebut sampai saat Islambersatu.id mempublishnya sudah disukai netizen lebih dari 800 dan 332 dibagikan.

 PASCA AKSI 212, REZIM JOKOWI DUSTAI RAKYAT!

by Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Bukan hanya itu. Tapi ulama dikriminalisasi, tokoh aktivis, puteri Proklamator dan mantan Jenderal senior TNI yang giat menyerukan rakyat melawan kejahatan konglomerat aseng (BLBI) ditangkap dan dijadikan tersangka dengan tuduhan makar!

Lebih keji lagi umat Islam difitnah radikalisme, intoleran serta anti Pancasila. Media pro Istana dan berbagai elite PDIP gencar memprovokasi rakyat agar Habib Rizieq dipenjara, FPI dan HTI dibubarkan.

Ternyata aksi superdamai oleh jutaan umat Islam telah membuat rezim Jokowi dan PDIP panik serta gusar. Mereka ketakutan luar biasa menghadapi ghiroh kebangkitan Islam di republik ini.

Ihwal itu membuat FPI, HTI, MUI dan jutaan umat yang tergabung dalam GNPF-MUI kini menjadi incaran berbagai modus kriminalisasi. Istana tidak rela bila Ahok dijebloskan ke penjara.

Istana dan dan PDIP yang memiliki kerjasama strategis dengan Partai Komunis Cina dengan segala cara berupaya memuluskan ambisi politisi keturunan Cina (Ahok) untuk menang di Pilgub DKI.

Prabowo Subianto dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai rival PDIP menyerukan rakyat bangkit merebut kedaulatan politik: “Hegemoni aseng dan laten PKI harus dihentikan!”

Situasi jelang Pilgub DKI makin memanas. Rakyat pribumi dan kekuatan jaringan konglomerat aseng saling berhadap-hadapan. Ketegangan politik tersebut mirip dengan situasi 1965 dan tragedi berdarah 1998.

Berawal dari protes ulama dan umat Islam, pelan namun pasti, mulai menyatukan potensi rakyat dari kelompok agama lainnya. Semua merasakan ketidakadilan atas perlakukan arogan dan otoriter rezim Jokowi.

Persatuan rakyat diperlukan sebagai kekuatan solidaritas nasional. Ironi bila umat Islam dan agama lain terjebak dalam politik adu-domba rezim Jokowi yang bertindak sebagai petugas partai.

Tegasnya, desakan REVOLUSI bukan datang dari umat Islam, tapi suara protes itu muncul dari kesadaran seluruh rakyat untuk menyelamatkan NKRI. Kaum pribumi kian sadar bahwa NKRI telah dikuasai oleh dominasi etnis dan kelompok terkait.

Atas dasar itu, gerakan aksi superdami 212 esensinya bukan semata-mata demi kepentingan kaum muslim. Tapi solidaritas tersebut hadir untuk menyatukan seluruh potensi rakyat yang menghendaki perubahan.

Perubahan dimaksut adalah mendesak rezim Jokowi diturunkan, Megawati dan PDIP harus bertanggunjawab atas kasus BLBI yang telah merugikan rakyat ratusan triliun. Serta memastikan NKRI dikembalikan pada kedaulatan BANGSA PRIBUMI.

Tanggal 11 Februari rakyat akan kembali turun ke jalan. Rakyat tersebut adalah kaum pribumi dari berbagai etnis, agama, golongan, suku dan sebagainya. Bersatulah demi menyelamatkan NKRI dari praktek rezim dusta Jokowi dan PDIP yang memiliki kerjasama strategis dengan Partai Komunis Cina!


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Buka komentar
Tutup komentar

Belum ada Komentar untuk "Ketua Progres 98 : Pasca Aksi 212, Rezim Jokowi Dustai Rakyat!"

Posting Komentar

Subcribe

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel