Mikrofon Anis "disabotase", Ulah Siapa?
Muslim Bersatu - Pengeras suara milik cagub DKI Jakarta, Anies Baswedan, tiba-tiba mati dan tidak bisa terdengar oleh pendengar debat Pilkada melalui stasiun televisi, meski di lokasi acara tetap berjalan normal.
Saat itu, Anies Baswedan menjawab pertanyaan dari pasangan calon wakil gubernur nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat tentang program rumah tanpa down payment bagi warga DKI Jakarta. Setelah bersalaman dengan Djarot, tiba-tiba mikrofon Anies mati.
Suara Anies tak dapat terdengar dengan jelas oleh para pemirsa debat melalui televisi selama hampir lebih satu menit dari waktu yang disediakan sebanyak satu setengah menit.
Saat mikrofon kembali menyala, Anies sedang menjelaskan bagaimana skema mendapatkan rumah tanpa uang muka di DKI Jakarta. Program tersebut sudah banyak dijalankan di sejumlah kota-kota besar di dunia.
Sementara Sandiaga Uno mengomentari bahwa program pengadaan perumahan tanpa uang muka di Jakarta adalah tantangan bagi seorang pemimpin. Karena fungsi dari seorang pemimpin adalah mencari solusi bagi warga untuk menghadapi persoalan yang ada.
"Tugas pemimpin itu mencari solusi jadi bukan mengada-ada. Program ini sudah banyak diterapkan di berbagai kota besar di dunia seperti Singapura," ujar Sandiaga.
"Kami punya pengalaman dan hitung-hitungan tentang program itu, jadi kami tidak mengada-ada," tegas Sandiaga. (rmn)
Saat itu, Anies Baswedan menjawab pertanyaan dari pasangan calon wakil gubernur nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat tentang program rumah tanpa down payment bagi warga DKI Jakarta. Setelah bersalaman dengan Djarot, tiba-tiba mikrofon Anies mati.
Suara Anies tak dapat terdengar dengan jelas oleh para pemirsa debat melalui televisi selama hampir lebih satu menit dari waktu yang disediakan sebanyak satu setengah menit.
Saat mikrofon kembali menyala, Anies sedang menjelaskan bagaimana skema mendapatkan rumah tanpa uang muka di DKI Jakarta. Program tersebut sudah banyak dijalankan di sejumlah kota-kota besar di dunia.
Sementara Sandiaga Uno mengomentari bahwa program pengadaan perumahan tanpa uang muka di Jakarta adalah tantangan bagi seorang pemimpin. Karena fungsi dari seorang pemimpin adalah mencari solusi bagi warga untuk menghadapi persoalan yang ada.
"Tugas pemimpin itu mencari solusi jadi bukan mengada-ada. Program ini sudah banyak diterapkan di berbagai kota besar di dunia seperti Singapura," ujar Sandiaga.
"Kami punya pengalaman dan hitung-hitungan tentang program itu, jadi kami tidak mengada-ada," tegas Sandiaga. (rmn)
Belum ada Komentar untuk "Mikrofon Anis "disabotase", Ulah Siapa?"
Posting Komentar